<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Transfer Factor Indonesia &#187; HIV</title>
	<atom:link href="http://thetransferfactorindonesia.com/tag/hiv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thetransferfactorindonesia.com</link>
	<description>Your Immune system is your #1 asset</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Feb 2011 04:38:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hepatitis</title>
		<link>http://thetransferfactorindonesia.com/2010/03/18/hepatitis/</link>
		<comments>http://thetransferfactorindonesia.com/2010/03/18/hepatitis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 02:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[4life]]></category>
		<category><![CDATA[daya tahan tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[gejala hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis a]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis b]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis c]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis virus]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[liver]]></category>
		<category><![CDATA[nomor telepon penting Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting maluku]]></category>
		<category><![CDATA[nomor telepon penting Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting papua]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting riau]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting solo]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[obat hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[obat hepatitis b]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penularan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit seksual]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[sirosis hati]]></category>
		<category><![CDATA[sistem imun]]></category>
		<category><![CDATA[solusi hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor jogja]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor medan]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor papua]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thetransferfactorindonesia.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Hepatitis, gejala hepatitis, solusi hepatitis, penyebab hepatitis, hepatitis a, hepatitis b, hepatitis c..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><span style="color: #ccffcc;">Hepatitis, gejala hepatitis, solusi hepatitis, penyebab hepatitis, hepatitis a, hepatitis b, hepatitis c..</span></address>
<p><a rel="attachment wp-att-617" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2010/03/18/hepatitis/hepatitis-www-thetransferfactorindonesia-com-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-617" title="hepatitis (www.thetransferfactorindonesia.com)" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2010/03/hepatitis-www.thetransferfactorindonesia.com.jpg" alt="hepatitis (www.thetransferfactorindonesia.com)" width="450" height="308" /></a></p>
<p>Istilah &#8220;Hepatitis&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver).</p>
<h4>Hepatitis A</h4>
<p>Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Masa inkubasi 30 hari.</p>
<p>Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.<br />
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.</p>
<h4>Hepatitis B</h4>
<p>Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.<br />
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.<br />
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.</p>
<h4>Mencegah Kanker Hati</h4>
<p>KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.<br />
Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.<br />
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.<br />
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.<br />
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.</p>
<p>Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.<br />
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B.</p>
<h3><span style="color: #0000ff;"><em>Solusi yang disarankan untuk perawatan penyakit ini adalah dengan mengkonsumsi:</em></span></h3>
<p><a rel="attachment wp-att-616" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2010/03/18/hepatitis/hepatitis-www-thetransferfactorindonesia-com-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-616" title="Hepatitis (www.thetransferfactorindonesia.com)" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2010/03/Hepatitis-www.thetransferfactorindonesia.com1.jpg" alt="Hepatitis (www.thetransferfactorindonesia.com)" width="640" height="480" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Hubungi:</span></h3>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Shally</span></h2>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">0856-7230205</span></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thetransferfactorindonesia.com/2010/03/18/hepatitis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HIV / AIDS &#8211; Pencegahan dan Perawatan AIDS</title>
		<link>http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/</link>
		<comments>http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV / AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit pria]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Factor]]></category>
		<category><![CDATA[4life]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[aids indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gejala aids]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[hiv indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nomor telepon penting Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting maluku]]></category>
		<category><![CDATA[nomor telepon penting Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting papua]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting riau]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting solo]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor telepon penting surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[penderita aids]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit aids]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit hiv]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor aids]]></category>
		<category><![CDATA[transfer factor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[virus aids]]></category>
		<category><![CDATA[virus hiv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thetransferfactorindonesia.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[AIDS, HIV, pengobatan aids, pencegahan aids, penderita aids, penyakit hiv, pengobatan hiv, pencegahan hiv]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><span style="color: #ccffff;">AIDS, HIV, pengobatan aids, pencegahan aids, pengobatan hiv, pencegahan hiv..</span><br />
</address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<div id="attachment_485" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><em><strong><em><a rel="attachment wp-att-485" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/aids/"><img class="size-thumbnail wp-image-485" title="http://www.thetransferfactorindonesia.com" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2009/10/AIDS-150x150.png" alt="HIV INFECTION" width="150" height="150" /></a></em></strong></em></strong><p class="wp-caption-text">HIV INFECTION</p></div>
<p><span style="color: #ff9900;"><strong><em>Acquired Immunodeficiency Syndrome</em></strong></span><strong><em> </em></strong><span style="color: #ff9900;"> atau <strong><em>Acquired Immune Deficiency Syndrome</em></strong> </span>(disingkat <span style="color: #ff9900;"><strong>AIDS</strong></span>) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).</p>
<p>Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.</p>
<p>AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4<sup>+</sup> (sejenis sel T), makrofag, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4<sup>+</sup> secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4<sup>+</sup> dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4<sup>+</sup> hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4<sup>+</sup> di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.</p>
<p>Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih beresiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.</p>
<h3><span style="color: #3366ff;">Solusi yang dapat dilakukan:</span></h3>
<p>Untuk mengalahkan virus AIDS ini, maka dibutuhkan sistem kekebalan tubuh yang kuat, TRANSFER FACTOR merupakan satu-satunya produk di dunia yang mampu Meningkatkan Sistem Imun Hingga 437% sekaligus mendidik dan menenangkan sistem imun.</p>
<p>Untuk perawatan HIV/AIDS gunakan produk-produk Transfer Factor seperti berikut ini:</p>
<div id="attachment_482" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-482" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/advance-14/"><img class="size-thumbnail wp-image-482" title="http://www.thetransferfactorindonesia.com" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2009/10/advance1-150x150.jpg" alt="TRANSFER FACTOR ADVANCE" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">TRANSFER FACTOR ADVANCE</p></div>
<div id="attachment_483" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-483" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/plus-4/"><img class="size-thumbnail wp-image-483" title="http://www.thetransferfactorindonesia.com" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2009/10/plus1-150x150.jpg" alt="TRANSFER FACTOR PLUS" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">TRANSFER FACTOR PLUS</p></div>
<div id="attachment_484" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-484" href="http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/riovida-trifactor-2/"><img class="size-thumbnail wp-image-484" title="http://www.thetransferfactorindonesia.com" src="http://thetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2009/10/RioVida-Trifactor1-150x150.jpg" alt="TRANSFER FACTOR RIOVIDA" width="150" height="133" /></a><p class="wp-caption-text">TRANSFER FACTOR RIOVIDA</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thetransferfactorindonesia.com/2009/10/20/hiv-aids-pencegahan-dan-perawatan-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

